Jumat, 22 September 2017

TUGAS1_ETIKA PROFESI AKUNTANSI

ETIKA PROFESI AKUNTANSI
KASUS KODE ETIK AKUNTANSI PERUSAHAAN TOSHIBA

Nama : Siti Mukaromah
NPM : 2A214370
Kelas : 4EB31
Dosen : Evan Indrajaya


PERMASALAHAN :
Jika kita membaca ataupun mencari tahu tentang salah satu perusahaan industri teknologi terbesar didunia pasti Toshiba termaksud kedalamnya, Toshiba sendiri sudah berdiri sejak tahun 1875 yang berarti Toshiba sendiri telah berdiri selama 141 tahun. Toshiba telah mampu mencuri hati masyarakat di seluruh dunia dengan produk yang berkualitas, brand image yang tangguh, dan layanan pelanggan yang excellent. Reputasi yang bagus itu kini hancur berantakan hanya karena pressure yang sangat tinggi untuk memenuhi target performance unit.

Kasus ini bermula atas inisiatif Pemerintahan Perdana Menteri Jepang yaitu Shinzo Abe yang  mendorong transparansi yang lebih besar di perusahaan-perusahaan Jepang untuk menarik lebih banyak investasi asing. Atas saran pemerintah tersebut, Toshiba menyewa panelis independen yang terdiri dari para akuntan dan pengacara untuk menyelidiki masalah transparansi di Perusahaannya. Betapa mengejutkannya bahwa dalam laporan 300 halaman yang diterbitkan panel independen tersebut mengatakan bahwa tiga direksi telah berperan aktif dalam menggelembungkan laba usaha Toshiba sebesar  ¥151,8 miliar (setara dengan Rp 15,85 triliun / US$ 1,2 miliar) sejak tahun 2008.

Panel yang dipimpin oleh mantan jaksa top di Jepang itu, mengatakan bahwa eksekutif perusahaan telah menekan unit bisnis perusahaan, mulai dari unit personal computer sampai ke unit semikonduktor dan reaktor nuklir untuk mencapai target laba yang tidak realistis. Manajemen biasanya mengeluarkan tantangan target yang besar itu sebelum akhir kuartal/tahun fiskal. Hal ini mendorong kepala unit bisnis untuk menggoreng catatan akuntansinya. Laporan itu juga mengatakan bahwa penyalahgunaan prosedur akuntansi secara terus-menerus dilakukan sebagai kebijakan resmi dari manajemen, dan tidak mungkin bagi siapa pun untuk melawannya, sesuai dengan budaya perusahaan Toshiba.

Akibat laporan ini CEO Toshiba, Hisao Tanaka, mengundurkan diri, disusul keesokan harinya pengunduran diri wakil CEO Toshiba, Norio Sasaki. Selain itu Atsutoshi Nishida, chief executive dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 yang sekarang menjadi penasihat Toshiba juga mengundurkan diri, total ada delapan pejabat Toshiba mengundurkan diri. Panel tersebut mengatakan bahwa Tanaka dan Sasaki tidak mungkin tidak tahu atas praktik penggorengan laporan keuangan ini. Saham Toshiba turun sekitar 20% sejak awal April 2015 ketika isu akuntansi ini terungkap. Nilai pasar perusahaan ini hilang sekitar ¥ 1,67 triliun (setara dengan RP174 triliun).

Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso mengatakan, penyimpangan pembukuan di Toshiba sangat disesalkan. Pasalnya skandal tersebut terjadi pada saat Perdana Menteri Shinzo Abe sedang mencoba untuk mendapatkan kembali kepercayaan investor global dengan pedoman tata kelola perusahaan yang lebih baik. Aso menolak berkomentar ketika ditanya apakah Toshiba akan menghadapi denda. Salah seorang narasumber mengatakan regulator mulai melihat pembukuan Toshiba.



Solusi :

Pada kasus skandal akuntansi di Toshiba Corp ini menunjukan perilaku bisnis yang kurang baik. Dilihat dari etika pada kasus ini adanya tindakan kecurangan dalam pembuatan laporan keuangan dengan menaikan laba operasional demi terciptanya kenyamanan para investor dan calon investor. Dalam menciptakan etika bisnis yang baik dikasus ini ada hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Pengendalian Diri
Salah satu tujuan perusahaan adalah untuk mencapai laba sebesar mungkin, salah satunya adalah dengan pencapaian target dalam suatu perusahaan. Akan tetapi jika belum mencapai target seharusnya pihak yang terkait dalam kasus ini harusnya menahan diri untuk melakukan niat tersebut, Agar kasus yang salah ini dapat terhindari.

Mempertahankan Jati Diri Tidak Mudah Untuk Terombang-Ambing Oleh Pesatnya Perkembangan Informasi Dan Teknologi.
Dalam kasus ini penyimpangan pencatatan toshiba selaku CEO Hisao Tanaka  seharusnya dapat mempertahankan jadi dirinya sebagai CEO yang seharusnya dijalankan dengan benar dengan tidak memanipulasi data laporan keuangan.

Menerapkan Konsep “Pembangunan Berkelanjutan”
Pada kasus ini Hasao Tanaka tidak memikirkan karir yang dimiliki toshiba selama 140 tahun yang dipercaya banyak masyarakat bahkan karir untuk pelakunya sendiri pun tidak memikirkan nantinya bagaimana dimasa yang akan datang, mereka hanya melihat masalah sekarang yang terpenting terselesaikan walaupun dengan cara yang salah.

Menghindari Sifat 5K (katabelece, kongkalikong, koneksi, kolusi dan komisi)
Dalam kasus penyimpangan pencatatan 5k ini pasti tidak dapat terhindari dikarenakan tidak adanya jalan lain untuk pencapaian target yang diharapkan agar tidak mendapatkan kerugian yang besar maka mereka bekerja sama dengan koneksi dilingkungan yang berhak memegang laporan keuangan tersebut dengan cara memperbesar laba operasional dan bekerjasma dengan berbagai pihak dalam melakukan tindakan 5k tersebut.

Mampu Menyatakan Yang Benar Itu Benar
Pada kasus ini CEO dan Presiden Hisao Tanaka memanipulasi data toshiba dikarenakan persyaratan untuk memenuhi performance unit yang tidak bisa terpenuhi, Maka dari itu CEO dan Presiden Hisao Tanaka bekerja sama untuk memanipulasi data laporan keuangan dan memaksakan diri untuk mencapai profit yang tinggi, tanpa memandang benar atau salah cara yang dilakukannya.

Konsekuen dan Konsisten Dengan Aturan Main Yang Telah Disepakati Bersama.
Pada kasus ini tidak adanya etika bisnis yang konsekuen dan konsisten dari para pihak karena CEO Hisao Tanaka sudah melakukan kecurangan demi kepentingan pribadi walaupun tujuannya baik untuk menyelamatkan perusahaan toshiba dari performance unit yang tidak terpenuhi.

Selasa, 20 Juni 2017

TUGAS BAHASA INGGRIS 2 ADJECTIVE DAN ADVERB

NAMA            : SITI MUKAROMAH
NPM               : 2A214370

PENGERTIAN ADJECTIVE DAN ADVERB
A.    PENGERTIAN ADJECTIVE DAN ADVERB
1.      Adjective adalah kata yang digunakan untuk menerangkan suatu benda (noun).
2.      Adverb adalah kata yang digunakan untuk menerangkan semua bentuk kata kecuali kata benda dan kata ganti. 
Jenis-jenis dari Adverb terdiri dari Adverb of Manner, Adverb of Frequency, Adverb of Time dan Adverb of Place.
  • Adverb of Manner adalah kata keterangan yang digunakan mengenai cara melakukan suatu pekerjaan.
  • Adverb of Frequency adalah kata keterangan yang kegiatannya dilakukan secara berangsur-angsur di waktu yang sama. 
  • Adverb of Time adalah kata keterangan yang kegiatannya menyatakan kapan suatu peristiwa itu terjadi hanya mengacu pada satu waktu.
  • Adverb of Place adalah kata keterangan yang menunjukkan suatu tempat . 

B.     CONTOH DARI KALIMAT ADJECTIVE DAN ADVERB
1.      ADJECTIVE
v  1 Adjective
§  Small House
§  Blue Eyes
§  Old Car
§  Tall Boy
§  Clever Student

v  2 Adjective
§  Small Old Car
§  Blue Big Shoes
§  Old Big Table
§  Tall Handsome Boy
§  Clever Diligent Teacher

v  3 Adjective
§  Small Old Clean River
§  Blue Big Beautiful Room
§  Old Big Quick Horse
§  Tall Rich Good Student
§  Clever Diligent Brave Enterprener

2.      ADVERB
v  Adverb of Manner
§  He walks slowly
§  You dance cleverly
§  She screams loudly
§  My computer shuts down automatically
§  He talks fastly

v  Adverb of Frequency
§  I study english every day
§  I drink coffe every night
§  She watch movie every week
§  I eat bread every morning
§  They publish my book every year

v  Adverb of Time
§  I reads a good book last night
§  Bagas and I was here this morning
§  We are very happy yesterday afternoon
§  They played football together last week
§  Please, call me later. I’m studying now

v  Adverb of Place
§  Yesterday, I went to Bandung
§  Tommorow, I will go to school
§  She saw woman in the market
§  I see her on the bus
§  He is write novel in the office





Sumber : Kamus B.Inggris dan Buku Kursus Singkat Bahasa Inggris

Senin, 29 Mei 2017

Tugas Softskill Type Of Conditional Sentences

Christine and Margaret are friends. They are both busy because the work and study! But on Wednesday they meet for coffee.

"What are you going to do this weekend?" asks Margaret.

"Well, I have a big project to finish for my design class. But if I can finish it by Friday, I'll do something fun as a treat," says Christine.

"That sounds great!" replies Margaret. "I think the ballet is coming to town. If it isn't too expensive, I'm going to buy tickets. Would you like to come?"

"Well, I don't really like ballet very much. If you want to go to the ballet in the evening, let's do something in the morning," says Christine.

"All right. If you have the energy, let's go swimming!" suggests Margaret.

"That sounds great! If I don't call you on Friday, send me an email at work," agrees Christine. "And if I don't answer, call me again. And if I don't pick up… oh, let's just make plans now! I'm too busy to plan later!"


Conditional Sentences:
Type 1 : 
If I can finish it by Friday,  I'll do something fun as a treat
If it isnt too expensive,  i'm going to buy ticket
If I don't call you on Friday,  send me a email at work
If I don't answer,  call me again

Type 2 :
If you want to go to the ballet in the evening,  lets do something on the morning

Type 3 :
If you have energy, lets go swimming











Sumber :
http://www.really-learn-english.com/english-short-stories-english-conditionals-2.html

Jumat, 28 April 2017

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS 2 MODAL

Modal (modalitas) adalah bentuk kata yang membantu kata kerja. Modal harus disandingkan dengan verbs. Oleh karenanya, modal juga sering dinamakan kata kerja gan

THE KINDS OF MODALS (JENIS-JENIS MODAL)
Secara garis besar. modal dibagi menjadi dua, yaitu modals present dan modals past. Perhatikan tabel berikut ini.
Modals Present
Modals Past
Can (bisa)
Could
Will (akan)
Would
Shall (akan)
Should
May (boleh)
Might
Must
Had to
Should (harus/Sebaiknya)
-
Ought to (harus/Sebaiknya)
-

Catatan :
Selain contoh modal di atas. ada beberapa kata yang juga memiliki makna yang sama, seperti :
Can/could : be capable of. be able to. manage to
Will/shall : he doing to, be about to
May/might : perhaps, probable, possible, presumable bad better, be supposed to
*Yang dimaksud dengan be adalah to be seperti: is, am. are, was, dan were

1.  CAN/COULD—(Be) able to
FUNGSI (FUNCTION)
“Can” dapat berfungsi menyatakan Kemungkinan dan kemampuan (possibility and ability)Menggunakan “Can” jika Anda pada kondisi dapat/ bisa melakukan sesuatu pada waktu luang (free time) atau bisa/ dapat untuk situasi umum.
“Could” dapat berfungsi menyatakan Kemungkinan dan kemampuan di masa lampau (possibility and ability in the past)Menyatakan “dapat/bisa” pada masa lampau.
 “Be able to” bukanlah merupakan modal seperti “Can” dan “Could”, tetapi merupakan kata kerja “Be” yang ditambahkan kata sifat “able” dan diikuti oleh kata kerja bentuk “to” atau sering Anda dengar dengan sebutan “Verb to infinitive”.

PERBEDAAN (DIFFERENCE)
“Be able to” berfungsi untuk menyatakan kemampuan atau ability yang dimana artinya memiliki kemampuan yang lebih, lebih spesifik. Sedangkan can dan could untuk mengungkapkan kemungkinan (possibility) tingkat kepastian untuk can kurang dari 50% could digunakan dalam situasi formal dan sopan, sedangkan can dalam situasi informal (biasanya untuk teman).

CONTOH (EXAMPLE)


Can
·         Can Call You If I have finished my work.
·         Can I use your phone?
·         can cook very well.
Could
·         could read the book more faster than you yesterday.
·         My brother wishes he could have owned a house when he was twenty-five years old.
·         Could you please tell me where the nearest bank is?
Be able to
·         She has been able to sing when she was 4 years old
·         I’m able to work independently and in a team.
    Catatan: Dalam kasus permohonan. could lebih sopan dari- pada can

2.  MAY-MIGHT
FUNGSI (FUNCTION)
“May” untuk menyatakan possibility (kemungkinan) dimasa sekarang (present) dan masa depan (future).
“Might” sama seperti  may modal verb ini digunakan untuk menyatakanpossibility (kemungkinan) dimasa sekarang (present) dan masa depan (future)have untuk Menyatakan Probabilitydimasa lalu (past). Modal verb ini digunakan untuk menyatakan hypothetical situation yang terbukti tidak terjadi, lain halnya dengan may yang belum terbukti

CONTOH (EXAMPLE)


May
·         They may arrive here at 7 pm today. 
            ·         If I go there, I may come to his house
Might 
          ·        You might forget the embarassing accident tomorrow.
           ·          They might teach us if they came on time

3.  MUST – (Has/Have to) – (Had to)
FUNGSI (FUNCTION)
“Must” digunakan pada saat Anda ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang dimaksud benar adanya dan logis. Selain itu ‘Must’ dapat digunakan untuk menunjukkan kewajiban yang begitu kuat atau kewajiban yang diperlukan menurut diri sendiri dan orang di sekitar
“Has/Have to” digunakan untuk mengekspresikan kewajiban yang kuat karena ada campur tangan dari pihak luar yang membuat adanya kewajiban tersebut.
“Had to” Untuk menyatakan keharusan di masa lampau

PERBEDAAN (DIFFERENCE)
Tingkat kepastian untuk must 95%, has/have to digunakan untuk menyatakan keharusan di masa sekarang. Sedangkan Had to Untuk menyatakan keharusan di masa lampau

CONTOH (EXAMPLE)

Must
·         must work harder to achieve my goals.
·         We must stop complaining about our life.can cook very well.
·         Must you buy a phone every year?
Has/Have to
·         She has to deliver excellent customer service..
·         They sometimes have to work on Saturday.
·         Do you have to speak English at work?
Had to
·         had to see the dentist every 4-6 weeks.
·         had to buy that trousers

4.  SHALL – SHOULD – OUGT TO
FUNGSI (FUNCTION)
“Shall” untuk menyatakan simple future seperti halnya will namun hanya digunakan pada first person (orang pertama) I dan we jarang digunakan selain untuk polite question untuk first person.  untuk menyatakan obligation (kewajiban) pada formal situation (yang dapat berupa legal document maupun pada saat meeting. Pada situasi ini, baik second maupun third person dapat digunakan dengan modal verb ini.
Should” untuk memberi suggestion (saran) atau advice (nasehat).
Ougt to” digunakan untuk menyatakan apa yang benar atau tepat

PERBEDAAN (DIFFERENCE)
Shall hanya memberikan sebuah nasihat atau saran saja dan should dibanding ought to lebih kuat dalam memberikan nasihat.

CONTOH (EXAMPLE)

Shall
·         must work harder to achieve my goals.
·         The Human Resource manager shall report the employee performanceWe shall overcome it someday
Should
·         We should meet more often..
·         You should see the doctor.
Ougt to
·         I ought to wear high quality running shoes.
·         We ought to select the best candidate for the job.

5.  WILL – WOULD – (Be) Going to
FUNGSI (FUNCTION)
“Will” untuk menyatakan willingness (kemauan), maupun invitation (undangan/ajakan), membuat keputusan secara spontan/tanpa rencana dan untuk membuat prediksi.
Would” digunakan untuk menyatakan (kemauan), namun lebih polite (sopan), menyatakan kemungkinan dan untuk menyatakan tindakan yang ingin dilakukan dimasa lalu.
(Be) Going to” digunakan untuk menyatakan apa yang benar atau tepat

PERBEDAAN (DIFFERENCE)
Will lebih menyatakan kemauan ataupun ajakan dan lebih spontan dalam membuat keputusan tanpa rencana dan untuk membuat prediksi sedangkan would sama artinya dengan will namun digunkan untuk menyatakan tindakan yang ingin dilakukan dimasa lalu sedangkan (Be) Going to lebih menyatakan apa yang benar terjadi.

CONTOH (EXAMPLE) 


Will
·         Will you marry me?
·         The sandstorm will come tonight.
Would
·         Would you like to see my craft?
·         If you had remembered to invite me, I wouldhave attended your party
(Be) Going to
·         I am going to have holiday in Hongkong
·         The year 2222 is going to be a very interesting year.